Islam One Tauhid
Maryam
Kâf, Hâ, Yâ, 'Ayn, Shâd adalah huruf- huruf fonemis yang
digunakan untuk menjelaskan
mukjizat al-Qur'ân yang berasal dari jenis huruf-huruf
tersebut.
(1) Selain itu, juga untuk menggugah perhatian orang
untuk mendengarkan.
Ini adalah kisah Tuhanmu, hai Muhammad, tentang kasih
sayang-Nya yang diberikan kepada hamba dan nabi-
Nya, Zakariyyâ,
(2) ketika ia berlindung
kepada Allah dan memohon kepada-Nya dalam kesunyian manusia.
(3) Ia berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku
telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam
berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, bahkan aku bahagia bila doaku terkabulkan.
(4) Aku sungguh merasa khawatir terhadap
kerabatku setelah aku meninggal dunia.
Mereka tidak dapat menangani urusan agama
dengan baik, sedang istriku
adalah seorang yang mandul.
Maka anugerahilah aku, dari karunia-Mu, seorang anak yang akan menggantikan
posisiku di masyarakat.
(5) Selain itu, juga mewarisi aku dalam ilmu dan agama,
dan mewarisi kerajaan dari
keturunan Ya'qûb.
Jadilkanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang mendapat
perkenan-Mu dan perkenan
manusia."
(6) Zakariyyâ kemudian
dipanggil, "Wahai Zakariyyâ,
sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu tentang kedatangan seorang anak yang Kami beri nama
Yahyâ.
Tidak ada seorang pun yang Kami beri nama itu sebelumnya."
(7) Dengan rasa heran,
Zakariyyâ berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, sedang istriku dalam keadaan mandul dan aku telah
mencapai umur yang sangat
tua?"
(8) Lalu Allah mewahyukan
kepada Zakariyyâ,
"Persoalannya adalah seperti yang telah Aku kabarkan.
Memberimu seorang anak dalam usiamu yang sangat tua dan istrimu yang mandul adalah hal yang sangat mudah bagi-Ku, dan hal itu tidaklah mustahil.
Sesungguhnya Aku telah
menciptakanmu, padahal sebelumnya kamu belum ada
sama sekali."
(9) Zakariyyâ berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku tanda
sebagai bukti terjadinya apa
yang Engkau kabarkan kepadaku."
Allah berfirman, "Tandanya adalah kamu tidak boleh
bercakap- cakap selama tiga malam, sedangkan lidah dan indera kamu dalam keadaan
sehat."
(10) Zakariyyâ pun kemudian keluar dari tempat salatnya menuju kaumnya, lalu memberi isyarat kepada mereka agar bertasbih kepada Allah pada waktu pagi dan petang.